PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN
Persiapan Aquarium
Pemeliharaan guppy di dalam aquarium dapat digabung dengan guppy atau ikan hias jenis lain. Ukuran aquarium yang digunakan disesuaikan dengan masing-masing. Yang penting ukurannya sesuai dengan jumlah ikan yang ada di dalamnya. Sebagai patokan guppy yang dipelihara tanpa campuran ikan lain dapat digunakan aquarium berukuran 40 x 40 x 60 cm untuk sekitar 50 ekor. Jika dipelihara dengan ikan lainnya harus lebih besar misalnya 100 x 40 x 60 cm.
Sarana penunjang aquarium seperti filter dan lampu flourescence harus tersedia. Aquarium juga diberi dekorasi berupa dekorasi biotik (menggunakan tanaman hidup seperti tanaman air) atau dekorasi abiotik (benda-benda mati seperti pasir, batu kerikil kecil, karang, patung, kincir air dan tanaman imitasi).
Kualitas Air
Air yang akan digunakan sebaiknya diendapkan dan diaerasi terlebih dahulu selama 2 hari agar terbebas dari zat-zat berbahaya. Guppy akan hidup dengan baik pada air bersuhu 25-28 derajat celcius dengan PH 7,5-8. Pada kisaran angka tersebut guppy sangat bernafsu makan dan pertumbuhan ekornya akan maksimal. Selain itu guppy akan mati jika PH air aquarium sangat asam (<5) atau sangat basa (>9).
Agar kebersihan tetap terjaga, sistem penyaringan di dalam aquarium guppy harus benar-benar dirancang dengan baik. Media penyaringan dapat berupa under gravel atau sistem penyaringan di luar aquarium dengan menggunakan pompa. Pompa yang digunakan untuk mendistribusikan air ke dalam media penyaringan sebaiknya tidak terlalu besar, untuk mencegah guppy tidak tersedot. Sementara itu, untuk menjaga kualitasnya, air aquarium guppy harus diganti setiap satu minggu sekali.
Pemberian Pakan
Pakan alami yang diberikan untuk guppy yaitu cuk (jentik nyamuk), kutu air, cacing sutra, dan cacing darah. Uuntuk pakan buatan yaitu pelet halus khusus guppy yang bisa diperoleh di toko ikan hias.
PENGENDALIAN PENYAKIT
Jamur Mulut
Gejalanya adalah muncul area berwarna putih di sekitar mulut guppy, lama kelamaan mulut guppy akan memutih seperti spon. Jika dibiarkan guppy akan mati. Pengobatan dengan memberikan aeronomicnya sebanyak 250 gram per 20 liter air aquarium.
Jamur Mahkota
Gejalanya adalah munculnya spons berwarna putih pada kepala guppy. Serangan penyakit ini dapat membunuh guppy dalam waktu 3 hari. Pengobatan dilakukan dengan memberikan aeronomicnya sebanyak 100 gram per 10 liter air aquarium.
Jamur Pada Sirip dan Ekor
Gejala ditandai dengan munculnya warna abu-abu dan luka gores pada ekor dan sirip. Agar penyakit ini tidak berkembang suhu air harus dinaikkan dengan menggunakan heater hingga mencapai 23 derajat celcius. Pengobatan dengan memberikan 2 cc methylene blue ke dalam aquarioum berukuran 40 x 40 x 60 cm.
Jamur Pada Insang
Serangan jamur ini menyebabkan warna insang guppy menjadi lebih merah dari biasanya dan tutup insang terangkat sehingga insang terlihat dengan jelas, tubuh guppy menjadi kurus. Pengobatan dilakukan dengan memberikan larutan kombinasi aeromicyn sebanyak 100 gram dan terramicyn sebanyak 100 gram ke dalam 20 liter air aquarium.
Penyakit Tubercolusis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri mycobacterium piscium. Penyakit ini menyerang saat guppy dalam keadaan lemah akibat kualitas dan pakan buruk. Gejalanya yaitu tubuh guppy terlihat kurus. Pengobatan dengan memberikan terramicyn dengan dosis sesuai petunjuk pada kemasan.
Kutu Ikan
Penyakit ini disebabkan oleh parasit copepoda. Guppy yang terserang akan menjadi lemah dan tidak memiliki nafsu makan. Pengobatan dilakukan dengan memberikan 4 tetes kalium permanganate (PK) ke dalam 20 liter air aquarium per minggu. Dalam waktu 3-4 minggu biasanya penyakit kutu ikan ini sudah bisa disembuhkan.
Sabtu, 10 April 2010
memelihara guppy
Tips Memelihara Guppy
PENDAHULUAN
Ikan ini tumbuh dan berkembang di perairan air tawar dan beberapa di antaranya juga ada yang hidup di perairan air payau. Guppy merupakan ikan yang membuahi telur-telurnya di dalam tubuh induknya. Makanan utamanya adalah plankton dan bahan organik, ada juga sebagian guppy yang memakan dedaunan (herbivora).
Berdasarkan bentuk ekornya ada beberapa jenis guppy, yaitu guppy delta tail yang memiliki ekor berbentuk busur yang mengecil di pangkal ekor, guppy short tail yang memiliki ekor pendek, guppy veil tail yang memiliki ekor berbentuk segitiga dengan bentuk melebar di ujungnya, guppy ribbon yang memiliki pita di bawah perut, guppy swallow yang memiliki ekor yang membelah di bagian ujungnya, dan guppy sword tail yang bagian bawah atau atas ekornya lebih panjang daripada bagian bawahnya.
Jenis guppy berdasarkan corak warna tubuhnya antara lain single color yang memiliki warna merata pada seluruh tubuhnya (contohnya guppy full red, full black, black moscow, hijau dan putih), guppy bicolor memiliki dua warna, guppy mosaic memiliki berbagai corak warna, guppy snackeskin memiliki corak warna kulit ular di ekornya dan guppy metalik tubuhnya akan tampak berkilau saat terkena sinar matahari atau lampu.
PENDAHULUAN
Ikan ini tumbuh dan berkembang di perairan air tawar dan beberapa di antaranya juga ada yang hidup di perairan air payau. Guppy merupakan ikan yang membuahi telur-telurnya di dalam tubuh induknya. Makanan utamanya adalah plankton dan bahan organik, ada juga sebagian guppy yang memakan dedaunan (herbivora).
Berdasarkan bentuk ekornya ada beberapa jenis guppy, yaitu guppy delta tail yang memiliki ekor berbentuk busur yang mengecil di pangkal ekor, guppy short tail yang memiliki ekor pendek, guppy veil tail yang memiliki ekor berbentuk segitiga dengan bentuk melebar di ujungnya, guppy ribbon yang memiliki pita di bawah perut, guppy swallow yang memiliki ekor yang membelah di bagian ujungnya, dan guppy sword tail yang bagian bawah atau atas ekornya lebih panjang daripada bagian bawahnya.
Jenis guppy berdasarkan corak warna tubuhnya antara lain single color yang memiliki warna merata pada seluruh tubuhnya (contohnya guppy full red, full black, black moscow, hijau dan putih), guppy bicolor memiliki dua warna, guppy mosaic memiliki berbagai corak warna, guppy snackeskin memiliki corak warna kulit ular di ekornya dan guppy metalik tubuhnya akan tampak berkilau saat terkena sinar matahari atau lampu.
Kamis, 08 April 2010
tips dan trik memelihara ikan guppy
TIPS DAN TRIK Budidaya Ikan Hias Live Bearer

I
kan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dari sekian banyak jenis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya.
Sword Tail, salah satu jenis ikan yang beranak Sword Tail, salah satu jenis ikan yang beranak
Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:
1. Ikan-ikan hias yang beranak.
2. Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
3. Ikan-ikan hias
Sword Tail, salah satu jenis ikan yang beranak Sword Tail, salah satu jenis ikan yang beranak
Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:
1. Ikan-ikan hias yang beranak.
2. Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
3. Ikan-ikan hias
3. yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
4. Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
5. Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.
Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya:
1. Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
2. Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
3. Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
4. Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)
CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA
Guppy, salah satu jenis ikan yang beranak Guppy, salah satu jenis ikan yang beranak
Induk Jantan
1. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
2. Tubuhnya ramping.
3. Warnanya lebih cerah.
4. Sirip punggung lebih panjang.
5. Kepalanya besar.
Induk Betina
1. Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
2. Tubuhnya gemuk
3. Warnanya kurang cerah.
4. Sirip punggung biasa.
5. Kepalanya agak runcing.
Platy, salah satu jenis ikan yang beranak Platy, salah satu jenis ikan yang beranak
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMELIHARAAN
1. Air yang diperlukan adalah air yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
2. Suhu air berkisar antara 15 ~ 27°C.
3. pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
4. Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.
TEKNIK PEMIJAHAN
1. Pemilihan induk. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
2. Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.
3. Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.
Molly, salah satu jenis ikan yang beranak Molly, salah satu jenis ikan yang beranak
PERAWATAN BENIH
1. Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
2. Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan cuk.
3. Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
4. Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitas air.
5. Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.
PENUTUP
Budidaya ikan live bearer ini sangat mudah dan mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi. Untuk satu pasang ikan dapat menghasilkan 50 sampai 100 ekar ikan untuk satu kali pemijahan, dengan harga perekor Rp. 25,-sampai Rp. 75,-. Jenis ikan ini juga merupakan ikan hias yang dapat di eksport misalnya: ikan Guppy. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat dan ketekunan yang tinggi akan didapat hasil dengan warna yang sangat indah.
4. Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
5. Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.
Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya:
1. Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
2. Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
3. Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
4. Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)
CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA
Guppy, salah satu jenis ikan yang beranak Guppy, salah satu jenis ikan yang beranak
Induk Jantan
1. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
2. Tubuhnya ramping.
3. Warnanya lebih cerah.
4. Sirip punggung lebih panjang.
5. Kepalanya besar.
Induk Betina
1. Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
2. Tubuhnya gemuk
3. Warnanya kurang cerah.
4. Sirip punggung biasa.
5. Kepalanya agak runcing.
Platy, salah satu jenis ikan yang beranak Platy, salah satu jenis ikan yang beranak
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMELIHARAAN
1. Air yang diperlukan adalah air yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
2. Suhu air berkisar antara 15 ~ 27°C.
3. pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
4. Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.
TEKNIK PEMIJAHAN
1. Pemilihan induk. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
2. Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.
3. Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.
Molly, salah satu jenis ikan yang beranak Molly, salah satu jenis ikan yang beranak
PERAWATAN BENIH
1. Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
2. Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan cuk.
3. Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
4. Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitas air.
5. Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.
PENUTUP
Budidaya ikan live bearer ini sangat mudah dan mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi. Untuk satu pasang ikan dapat menghasilkan 50 sampai 100 ekar ikan untuk satu kali pemijahan, dengan harga perekor Rp. 25,-sampai Rp. 75,-. Jenis ikan ini juga merupakan ikan hias yang dapat di eksport misalnya: ikan Guppy. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat dan ketekunan yang tinggi akan didapat hasil dengan warna yang sangat indah.
Langganan:
Postingan (Atom)